Kemegahan Istana Maimun Peninggalan Kerajaan Deli

4 Aug 2013

Medan adalah salah satu kota besar yang selalu dilirik para traveler. Banyak ikon destinasi yang menarik di sana. Seperti Istana Maimun yang berada di jantung Kota Medan. Konon istana itu menyimpan legenda mistis yang melekat hingga sekarang. Istana Maimun dibangun oleh arsitek asal Italia dan didirikan oleh Sultan Deli tahun 1888. Namun, peresmian bangunan ini dilakukan setelah 3 tahun bangunan itu berdiri. Sayangnya, istana ini sempat terbengkalai.

Di dalam komplek istana, terdapat meriam puntung yang konon merupakan jelmaan dari adik Putri Hijau. Istana tersebut pernah menjadi kediaman 12 Sultan Deli yang tersohor. Kemudian, sekarang bangunan megah Istana Maimun hanya dipergunakan untuk wisata sejarah saja.

Istana Maimun dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 1891. Istana Maimun sempat ditempati oleh 4 Sultan Melayu yang memerintah saat itu. Untuk memasuki Istana Maimun, pengunjung cukup membayar Rp 5. 000 per orang. Di dalam ruang utama istana, terdapat pelaminan Melayu yang sangat bagus dan megah. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen di depan pelaminan ini. Selain itu, banyak barang peninggalan Sultan Deli dipajang di dalam istana. Barang peninggalan itu seperti foto-foto, baju adat, dan berbagai senjata. Masih di area Istana Maimun, terdapat bangunan tempat Meriam Puntung bersemayam. Konon, meriam ini adalah jelmaan adik Putri Hijau yang berasal dari Kerajaan Deli tua. Ia menjelma menjadi meriam di kala perang antara Kerajaan Aceh dan Melayu. Hal ini karena pinangan Raja Aceh ditolak oleh Putri Hijau. Pecahan dari meriam ini tersimpan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Berjarak sekitar 200 M dari Istana Maimun, berdiri dengan megahnya Masjid Raya Al Mashun. Masjid ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Istana Maimun.


TAGS istana maimun istana kerajaan melayu meriam putung


-

Author

Follow Me